Selasa, 19 Maret 2013

Naungan itu Luar Biasa


Sabtu, 9 Maret 2013

Kegiatan pengasuhan yaitu Apel Provinsi, setelah itu pembersihan barak untuk senior dan kegiatan baris berbaris dan lari siang untuk junior. Kasiiiaaannn

Seperti biasa, pesiar untuk madya (tingkat II) dari setelah makan siang sampai jam 8 malam dan wasana (tingkat IV) sampai jam 9 malam. Eh mana tingkat III nya? Berhubung tingkat III lagi Desa LUK (Laboratorium Unit kerja) di Grobogan jadi tidak perlu disebutkan..hehe..

Setelah sholat dhuhur rencananya mau ketempat temanku. Sebut saja Mbak Ani, orang Bandung tapi kenalnya di Kediri. Rumah Mbak Ani tepatnya Kabupaten Bandung. Cukup jauh dari kampus + 1 Jam perjalanan. Berhubung dulu saat pertama kali ke daerahnya mbak Ani pondok mini Baitul a’mal walau tidak mampir kerumah, minimal sudah tahu daerahnya. Ketika naik angkot kesana sampai sambung 5-6 kali angkot, so rencananya naik motor kesana. Eh saat mau pinjam motor, orangnya lagi ke yogyakarta. Pinjam ke yang lain, nanti mai dipakan. Dan pinjam ke yang lain lagi, eh malah dibawa kebengkel. Tapi aku tidak putus asa kok. Aku coba hubungi aa’ yang biasanya minjemin motor. Yaa orangnya lagi dijalan. Akupun akhirnya tidak memaksakan kehendakku, itulah takdirnya Alloh. Toh sudah menunjukkan jam 2 siang, karena jam 4 juga ada pengajian akhirnya aku mengurungkan niatku hari itu. Insyaalloh itulah yang barokah.
Setelah pengajian, ada pengumuman kalau besok insyaalloh akan ada sepak bola caberawit, pra remaja dan remaja jam 06.30 WIB. Aku dan temanku berencana besok subuh langsung keluar biar aman, karena tidak ada pesiar untuk putra soalnya pesiar gender. Sabtu untuk putra otomatis minggu untuk putri dan juga sebaliknya.

Minggu, 10 Maret 2013

Tidak sesuai rencana. Berhubung temanku senang sekali main bola kita tetap usaha. Akhirnya aku sms temanku yang  tinggal di PPM (pondok pesantren mahasiswa) Jatinangor untuk jemput kami di Perumahan dosen. Kami sudah standby jam 6.30 WIB, temanku sms sekitaran jam 7an jemput. Jam sudah menunjukkan 7 tepat.
Temanku bertanya padaku, 

“Bagaimana?”
                “Belum ada sms, sabar dulu mas”

Alhamdulillah dia cukup sabar, tapi kami tetap memafaatkan waktu luang itu untuk sesuatu yang manfaat. Kamipun tidak mengeluh, ini sudah digariskan oleh Alloh (husnudzonbillah). 7.30 WIB pertanyaan itu muncul kembali

“Bagaimana mass?”
                “Belum, coba saya sms dulu”

Suara motor semakin dekat, Alhamdulillah mas Aan dan mas Wawan sudah tiba. Akhirnya kami langsung nebeng di belakang untuk menuju lokasi.

Ternyata jam 8 baru caberawit yang main, kemudian disusul pra remaja jam 9. Dan remaja paling akhir jam 10an. Matahari semakin terik, tapi mau diapa kamipun tetap bertanding dengan semangat walau akhirnya kalah, tidak jadi masalah..hahaha.. 

Pohon-pohon yang ada disekitar lapangan masih kecil. Tapi itu cukup bisa menaungiku ketika matahari terik. Panasnyapun jadi berkurang. Berbeda dengan saat aku tidak berteduh disampingnya.

11.00 WIB
Temanku langsung minta diantar pulang ke kampus, sedangkan aku lanjut ke PPM karena aku rencana mau ke rumah Mbak Ani mumpung longgar. Setelah tiba di PPM aku langsung  mandi dan istirahat.
Setelah dzuhur aku siap-siap untuk pinjam motor di dekat kos temanku. Saat tiba disana, orangnya bilang gag ada, tapi aku coba tanya lagi, akhirnya dicarikan. Alhamdulillah ada.

Sekitar jam 13.30 WIB aku berangkat menuju rumahnya mbak Ani. Matahari masih terang benderang dan menyengat kulit tubuhku. Ketika aku sudah memasuki daerah kabupaten Bandung langit sudah mulai gelap. Tapi aku berdo’a semoga tidak hujan. Sudah masuk kecamatannya gerimis mulai turun. Konsentrasiku berubah, eh malah ke”blabasan” alhamdulillah masih dekat aku langsung  putar haluan. Biasa baru yang kedua kali kesana, aku kelupaan. Ya bertanya lagi. Hujan sudah mulai deras. Semakin cepat semakin tak terkontrol. Keblabasan lagi. Parah..parah..saat aku perhatikan banyak orang yang berteduh untuk mencari nangungan agar tidak terkena hujan. Sungguh naungan itu luarbiasa. Alhamdulillah ketika aku putar aku ingat jalannya karena aku dulu pernah jalan. Saat sampai di kompleks masalahnya sekarang aku tidak tahu tepanya rumahnya dimana. Ketika ada orang yang lewat aku langsung tanya. Alhamdulillah orangnya beri tahu. Dan akhirnya ketemu, aku ketok pintu dan mengucapkan salam, tapi tidak ada jawaban. Alhamdulillah yang ketiga kalinya ada yang buka pintu dan akupun memperkenalkan diri, dan dipersilahkan duduk.

Jika rumah itu kita ibaratkan naungan, sungguh luar biasa sekali. Coba bayangkan, aku yang kedinginan, lalu dipesilahkan masik, diberi minum, snack dan makan lagi.(hehe). Sungguh luar biasa bukan ???

Setelah ngobrol-ngobrol aku semakin akrab dengan orang tuanya mbak Ani, karena mereka juga aslinya jawa jadi kamipun bicara pakai bahasa jawa. Berhubung sudah cukup lama disana, akupun pamit untuk pulang. Ternyata masih hujan, eh malah disuruh bawa jas hujannya bapak. Akupun menolaknya secara halus. Jangan kapok ya ke gubuk kami (tambah Ibu). Bukan kapok bu, tapi sungkan (dalam hati ku berkata).

Aku pulang dalam keadaan gerimis. Akupun cukup kencang mengendarai kendaraan. Berhubung hujan cukup deras, aku semakin kedinginan. Rasanya ingin cepat-cepat sampai, karena membutuhkan naungan yang menghangatkan.


"Terdapat 7 golongan yang akan mendapat lindungan arasyNya pada hari yang tiada lindungan melainkan lindungan daripadaNya. Pemimpin yand adil; pemuda yang masanya dihabiskan untuk beribadah kepada Allah SWT; seseorang yang hatinya terpaut pada masjid; 2 lelaki yang berkasih sayang dan bertemu dan berpisah kerana Allah SWT; lelaki yang digoda oleh perempuan cantik dan berpengaruh untuk melakukan maksiat tetapi dia menolak dengan mengatakan Aku Takutkan Allah; seseorang yang bersedekah dan menyembunyikannya sehinggakan tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kirinya; dan seseorang yang mengingati Allah ketika bersendirian sehinggakan mengalir air matanya kerana Allah SWT.” (HR. Muslim)


Minggu, 17 Maret 2013

Malabar

Malabar merupakan singkatan Malam Lancar barokah. Malabar merupakan kegiatan pengajian yang dilakukan pada hari sabtu sampai minggu. Tujuannya agar para generasi penerus bisa memanfaatkan waktunya untuk mengaji daripada bermain-main tidak jelas. Tema Pengajian malabar pada bulan ini adalah "BERSYUKUR"

Berikut ini adalah dalil-dalilnya:



قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ


Artinya :
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". ( QS. Yunus:58)

  ٧. وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
٨. وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُواْ أَنتُمْ وَمَن فِي الأَرْضِ جَمِيعاً فَإِنَّ اللّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya :
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.  Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni’mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS: Ibrahim:7-8)

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً  فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ  فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ  مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُونَ ’{ال عـمران 103}
Artinya :
“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah   dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya  agar kamu mendapat petunjuk” (Q.S. Ali Imron ayat 103)

وَلاَ تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرُُ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلاَ تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرُُ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُوْلاَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللهُ يَدْعُوا إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ ءَايَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ {221}
Artinya :
"Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) hingga mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izinNya. Dan Allah menerangkan ayat-ayatNya (perintah-perintahNya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran." (QS. Al-Baqarah : 221). 

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ
Artinya :
(Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku.)(QS. Al-Baqoroh: 152)

يَعْمَلُونَ لَهُۥ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَٰرِيبَ وَتَمَٰثِيلَ وَجِفَانٍۢ كَٱلْجَوَابِ وَقُدُورٍۢ رَّاسِيَٰتٍ ۚ ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًۭا ۚ وَقَلِيلٌۭ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ
Artinya :
Golongan jin itu membuat untuk Nabi Sulaiman apa yang ia kehendaki dari bangunan-bangunan yang tinggi, dan patung-patung, dan pinggan-pinggan hidangan yang besar seperti kolam, serta periuk-periuk besar yang tetap di atas tungkunya. (Setelah itu Kami perintahkan): "Beramallah kamu wahai keluarga Daud untuk bersyukur!" Dan sememangnya sedikit sekali di antara hamba-hambaKu yang bersyukur. (QS. Saba’ :13)

Sabtu, 16 Maret 2013

Kura-Kura Muda

kadang dirimu hidup di daratan
namun sering dirimu hidup di lautan


jika ibarat daratan ini adalah urusan dunia dan lautan adalah urusan akhirot
dirimu adalah makhluk yang sering dan senang dalam urusannya Alloh




walau tubuhmu terlihat lemah
namun dirimu tidak pernah berlindung dibelakang orang lain
dirimu selalu mandiri
berlindung di cangkang sendiri



walau jalanmu pelan di darat
karena kamu berhati-hati
namun dirimu cepat dilaut
karena kamu ingat janji illahi
walau sebenarnya kuat
dirimu tidak menyakiti yang lain
wajahmu yang ramah
dan menyenangkan ketika dipandang

ya itu kamu KURA-KURA MUDA

Minggu, 10 Maret 2013

Indah Pada Akhirnya

.... LAMARANMU KU TOLAK !!! .......

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya. “Iya, Pak,” jawab sang muda. “Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan. “Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya. Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya,keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.” “Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya. “Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.

“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”

“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.” “Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.” “Kamu lulusan mana?” “Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?” “Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”

“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.” “Jadi kamu sudah bekerja?” “Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.” “Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”

“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.” “Rencananya maharmu apa?” “Seperangkat alat shalat Pak.” “Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.” “Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho Pak” “Kamu bisa apa itu, internet?” “Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.” “Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…” “Kamu kesini tadi naik apa?” “Mobil Pak.” “Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.” “Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”

“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..” “Kamu merasa ganteng ya?” “Nggak Pak. Biasa saja kok”

“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.” “Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?” Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?” Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”

Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.” Mata sang muda ikut berkaca-kaca.

Hikmah : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wanita (Juga Pria) itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena harta karena keturunan karena kecantikan dan karena agamanya. maka pilihlah olehmu wanita yg punya agama engkau akan beruntung.”

semoga apa yg kita pilih dalam pertimbangan agama itu yg terbaik bagiNYA
Aamiin :) ....

Wallahua’lam bish Shawwab....
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya ....
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

===========
**Sumber : http://idapanda.blogspot.com/2011/03/lamaranmu-ku-tolak.html

Kamis, 28 Februari 2013

Husnudzonbillah

Apa ini !!!
Pertanyaan yang biasanya muncul ketika kita tidak tahu tentang sesuatu. Namun kali ini yang dimaksud adalah pernyataan ketidak puasan seseorang. Mungkin ketika dia diberi/menerima sesuatu, bisa ketika hanya diberi makanan yang biasa, nilai yang biasa, dan lainnya yang tidak sesuai dengan kehendak hatinya..

Kenapa ini !!!
Pernyataan keluhan pada hal yang telah diqodarkan kepadanya. Sepertinya ada yang kurang, belum pas. Tidak adanya rasa nerima (qona'ah).


Mengapa begini ???
hampir sama-sama ya dengan yang diatas, namun biasanya pertanyaan yang ada di hati ini, atau sudah terluapkan. apabila perencanaan awa tidak sesuai dengan kenyataan, harapan tidak sesuai keadaan.

Bagaimana ini ???
ungkapan kebingungan dari seseorang dengan bertanya kepada dirinya sendiri. Tapi hal ini tidak selalu negatif. Biasanya saja digunakan karena tidak yakin akan ketetapan Alloh Subhanahu wa ta'ala

Kapan ???
pernyataan ketidak sabaran. ketika seseorang menunggu, biasanya dalam hati bertanya-tanya kapan datang? kapan? sebenarnya hal tersebut sudah diatur oleh Alloh Subhanahu wa ta'ala

Siapa ???
seorang remaja yang sudah memasuki masa dewasa, sudah ingin menjalin Rumah Tangga. Ketika seseorang yang sudah berumur tidak dihampiri oleh seseorang pangeran. mengungkapkan dalah hatinya sendiri Siapa Yaa Alloh jodohku.








Berhusnudzon billah (berbaik sangka kepada Allah) adalah salah satu ibadah hati yang agung dan tidaklah lengkap keimanan seorang hamba tanpanya. Hal itu disebabkan karena berbaik sangka kepada Allah merupakan bagian dari konsekuensi tauhid yang paling dalam. Berbaik sangka kepada Allah adalah berprasangka yang sesuai dengan keagungan dan kemuliaan nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang akan berpengaruh pada kehidupan seorang mukmin seperti yang diridhoi oleh Allah azza wajalla. Dengan kata lain, seorang hamba berhusnudzon billah manakala ia beranggapan bahwa Allah mengasihinya, memberi jalan keluar dari kesulitan dan kegundahannya. Hal itu ia lakukan dengan tadabbur (merenungi) ayat-ayat dan hadits hadits tentang kemuliaan, pengampunan Allah dan apa-apa yang dijanjikan-Nya bagi orang-orang yang bertauhid.

Dari Abu Sufyan, dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu berkata : tiga hari sebelum meninggalnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, aku mendengar beliau bersabda : “ Janganlah seorang diantara kalian meninggal kecuali dia telah berbaik sangka kepada Allah “ (H.R. Muslim)


Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda : Allah subhanahu wata’ala berfirman : “Aku  sesuai dengan persangkaannya kepada-Ku” (H.R. Bukhari dan Muslim).

 So.. Mari Husnudzon Billah..